Tahukan anda bahwa makan menggunakan tangan secara langsung memiliki dampak yang baik bagi kesehatan? Makan menggunakan tangan lebih utama dibanding dengan menggunakan sendok, sebab dari segi kehigienisannya tangan dirasa lebih higienis daripada sendok. Sebab tangan bisa kita cuci sendiri dan dijaga kebersihannya. Berbeda dengan sendok yang dicuci orang lain dan walaupun terlihat higienis bisa saj sendok itu mengandung virus dan bakteri.

Di Indonesia sendiri kebanyakan orang masih menggunakan tangan untuk makan meskipun telah banyak jenis sendok, garpu ataupun alat makan lainnya, sebab mereka beranggapan bahwasannya makan menggunakan tangan itu lebih terasa kenikmatannya, terlebih jika makan bersama keluarga dan acara adat yang mengharuskan kita makan menggunakan tangan.
Makan menggunakan tangan telah dicontohkan oleh rasulullah saw. dalam haditsnya yang berbunyi “ Ka’ab bin Abdul Malik berkata, Dahulu rasulullah saw. makan dengan tiga jari dan menjilati tangannya setelah makan dan sebelum ia bersihkan. “ (HR. Muslim). Dalam hal ini, makan menggunakan tangan 3 jari dan menjilatinya sebelum membersihkan tangan tersebut merupakan sunnah yang diajarkan oleh rasulullah kepada kita.
Berbicara mengenai makan menggunakan tangan, Imam ghazali menjelaskan dalam kitab karangannya yakni Ihya Ulumudin bahwasannya aktivitas makan sendiri bisa dilihat oleh orang-orang dari empat sisi. Dimana makan dengan menggunakan satu jari bisa menghindarkan seseorangh dari sikap mudah marah, jika menggunakan dua jari akan menghilangkan kesombongan, tiga jari menghindarkan penyakit lupa, dan makan menggunakan 4 atau lima jari dapat menghindarkan seseorang dari kerakusan.
Adapun akhir-akhir ini ilmu pengetahun telah menunjukan bahwasannya makan menggunakan tangan memiliki dampak yang baik bagi kesehatan dibanding dengan makan menggunakan senndok. Hal ini disebabkan karena pada tangan kita ternyata ada sebuah enzim yang sangat berguna yaitu enzmi RNase. Dimana enzim ini memiliki kemampuan untuk menurunkan aktivitas dari banyak bakteru yang ada ditangan saat makan.
Selain itu, Enzim ini juga ternyata mampu melakukan proses depolarisasi pada RNA, tapi tetap harus diingat bahwa kita harus mencuci tangan kita terlebih dahulu sebelum kita makan. Justru sebaliknya menggunakan sendok ketika makan ternyata tidak begitu aman. Ketika tangan kita dirasa kotor karena telah melakukan kativitas mungkin sendok bisa dijadikan sebagai alternative untuk makan karena dianggap lebih bersih dari tangan kita.
Akan tetapi dalam kondisi keembaban dan temperature tertentu, pertumbuhan bakteri dan uap air pada udara mampu menempel disendok dan membuatnya menjadi jauh lebih berbahaya dari pada menggunakan tangan. Dalam kondisi seperti itu, kita bisa saja membuat sendok itu menjadi steril, tapi kita harus membersihkannya dengan baik dan memastikan tidak ada bakteri yang nempel di sendok tersebut.
Makan menggunakan tangan telah dicontohkan oleh para pendahulu bangsa seperti halnya KH. Agus Salim yang tetap konsisten makan menggunakan tangan dimanapun ia berada. Pernah sekali ketika beliau menghadiri sebuah acara yang bisa dikatakan mewah dan fasilitas makanan yang dilengkapi sendok, garpu dan lain-lainnya, ia tetap makan menggunakan tangan.
Hal itu semapat menjadi olok-olok dan bahan ejekan orang yang berada dalam acara tersebut sampai berkata “ salim, sekarang tidak saatnya lagi makan denagn tangan, tapi dengan sendok”. Kemudian dia hanya menjawab “ Tangan yang selalu saya gunakan ini selalu saya cuci setiap kali akan makan, dan hanya saya yang memakai dan menjilatinya. Sementara sendok-sendok yang kalian gunakan sudah berapa mulut yang menjilatnya “. Sontak para hadirin saat itu langsung malu dan terdiam.
Makan menggunakan tangan sudah terbukti memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan, sehingga dianjurkan kepada mkita semua untuk makan menggunakan tangan, tentunya tidak semua tangan digunakan untuk makan, melainkan kita dianjurkan untuk makan menggunakan tangan kanan. Adapun manfaat makan menggunakan tangan adalah sebagai berikut.
Membuat aktivitas makan menajdi sensorik
Makan merupakan aktivitas indra yang bisa membangkitkian emosi dan gairah. Jika dilihat dari sudut pandang meditasi (relaksasi), setiap jari tangan merupakan perwakilan dari lima elemen meditasi yaitu ibu jari berhubungan dengan ruang kosong, jari telunjuk berhubungan dengan udara, jari tengah berhubungan dengan api, jari manis berhubungan dengan air, dan jari kelingking berhubungan dengan bumi.
Adapun ketika kita menikmati makan dengan tangan, maka keseluruhan proses akan merangsang kelima elemen tersebut sehingga dapat membantu memberi energy pada makanan yang akan dimakan. Hal ini penting untuk menjaga agar semua elemen tetap seimbang dan tetap sehat. selain itu, indra peraba, penciuman, pendengaran, penglihatan dan perasa menjadi lebih aktif. Stimulasi kelima indra membuat kita lebih sadar akan rasa, tekstur dan aroma makanan.
Sebagai Sensor Alami
Tahukah anda bahwa ketika kita makan menggunakan sendok atau garpu,kemudian memasukan makanan langsung ke mulut. Saat itu alam bawah sadar kita tidak dapat merasakan suhu atau tekstur makanan sebelumnya. Inilah sebabnya mengapa kita sering mangap-mangap kepanasan ketika makan makanan yang terlalu panas.
Akan tetapi lain halnya ketika kita makan menggunakan tangan, ujung saraf pada jari akan merasakan suhu makanan dan secara efektif mencegah kita mangap-mangap karena kepanasan. Hal itu disebabkan oleh aktivitas Ujung saraf yang mengirim sinyal ke otak tentang kondisi makanan yang akan kita makan. Hal ini memicu pelepasan enzim pencernaan dan zat-zat yang tepat untuk membantu kita mencicipi makanan dengan lebih baik.
Lebih Higienis
Meskipun makan menggunakan tangan banyak yang menganggap perilaku jorok dan tidak sehat, akan tetapi pada kenyataannya justru sebaliknya. Adapun orang yang terbiasa makan menggunakan tangan ia dipastikan akan selalu mencuci tangannya sebelum menikmati makanannya. Secara otomatis ia akan mengetahui sejauh mana kehigienisan tangannya.
Berbeda halnya ketika kita makan menggunakan sendok, kita tidak pernah mengetahui sejauh mana kehigienisan sendok yang akan digunakan untuk makan. Bahkan ketika mencucinya pun kita tidak tahu sejauh mana sendok-sendok tersebut dicuci. Apakah dicuci secara seksama sampai benar-benar higienis atau hanya dicuci saja.